|
Ingin tahu lebih mendalam
Tentang apa itu Asian Brain dan siapa
itu
Anne Ahira ?
Kisah sukses seorang Anne Ahira,
berpenghasilan ribuan dollar di internet Menjadi fenomena yang telah Mengegerkan komunitas On Line Indonesia bahkan dunia !
Tapi sangat sedikit yang kita
ketahui secara benar tentang apa yang telah dilakukan mojang
priyangan ini untuk dapat menjadi seperti sekarang ini .
Siapa Anne Ahira ?
Anne Ahira , Ahira atau Hira
demikian ia suka dipanggil oleh para kolega dan murid – muridnya ,
adalah seorang putri asal kota Banjaran, Bandung - Jawa barat.
Lahir pada tanggal 28 November 1979
dari pasangan Bapak H. Sobur Sodikin dan Ibu Hj. Aas Asiah , Ahira
adalah putri ke dua dari tiga bersaudara yang semuanya perempuan.
Karena latar belakang perekonomian
keluarganya pada saat itu , Ahira menjalani masa kecilnya dengan
penuh keprihatinan. Ia masih ingat dulu ketika sering disuruh
berjualan sambil pergi ke sekolah.
"Waktu itu mungkin karena masih
kecil, ya cuek saja. Tapi tetap saja secara psikologis, batin saya
menangis. Untung saya dekat dengan kakek yang selalu menghibur saya.
Pernah kakek bilang ke saya, kalau punya keinginan langsung saja
disampaikan ke Tuhan. Terus dia nyuruh saya untuk menatap langit
dan mengutarakan keinginan saya. Anehnya saya juga menurutinya.
Biasanya sambil tidur-tiduran di sawah beralas jerami, dan menunggu
itik bertelur".
Kalau berangkat ke sekolah, Ahira
kecil biasa membawa tas besar tiga buah, satu untuk buku, dan dua
untuk jualan pisang. "Saya selalu bilang sama Mama saya, kalau saya
sudah besar nanti, saya enggak mau kerja capai, saya mau kerja di
rumah, liburan kapan aja boleh, keliling dunia, ke mana aja boleh,
duit banyak, ha-ha-ha…. Mama saya sering bentak saya",
“Jangan bermimpi, kalau Bapak kamu
punya pabrik mungkin kamu bisa seperti itu, tapi Bapak kamu hanya
karyawan pabrik biasa, dan Mama kamu hanya tukang gado-gado. Kalau
kamu mau hidup lebih baik, belajar saja yang betul dan harus pitar”.
Itu adalah kata-kata yang sering ibu saya lontarkan. Jadi, saya
berusaha untuk pintar di sekolah dan saya sering jadi juara kelas.
Ibu saya juga suka bilang, kalau saya mau keliling dunia, tahap
pertama adalah belajar bahasa Inggris. Saya belajar bahasa Inggris
dari SD yang pada saat itu orang kampung menilainya "aneh". Untuk
apa belajar Inggris? Mereka pikir hanya buang-buang uang. Tapi saya
selalu berpikir itu modal untuk keliling dunia.
Jadi, sejak SD saya sudah bisa
bicara lancar bahasa Inggris karena kursusnya sama orang Belanda.
Hingga pada saat kuliah saya mengerti dan sempat berpikir, mungkin
mengajar adalah jalan hidup saya.
Demikianlah
Ahira, sejak kecil tanpa ia sadari lingkungan telah
menempanya menjadi sosok anak muda yang selalu berpikir kritis ,
kreatif dan tangguh. Kebiasaannya berjualan di waktu kecil pun masih
sempat ia lakoni ketika semasa kuliah dulu.
Ahira yang merupakan lulusan terbaik
( Cum Laude ) Sekolah Tinggi Bahasa Asing Yapari Bandung ( tahun
2001 ) , pernah bekerja sebagai sales buku keliling dan ia juga
pernah mengajar paruh waktu dari sejak kuliah tingkat satu. Namun,
setelah tingkat dua, Ahira sering dikontrak oleh
perusahaan-perusahaan tekstil, seperti Pan Asia Textile, KTSM,
Kukje-Adetex, Korin, Hanil Global Textile Industry, dan banyak lagi
perusahaan lainnya untuk mengajar bahasa Indonesia bagi para pegawai
asing mereka. Saya juga mengajar anak-anaknya yang belajar di
International School, saya mengajar matematika, science, drawings,
juga bahasa Inggris untuk orang Indonesia.
Setiap mengajar, saat itu Ahira
dibayar antara Rp 75.000 sampai Rp 150.000 per jam. Untuk ukuran
mahasiswa itu adalah penghasilan yang cukup besar dan setiap bulan
ia bisa menghasilkan 1.000 dollar AS.
Tapi sebelum mengajar, Ahira juga
pernah bekerja secara sampingan, menjadi cleaning service, bahkan
pernah menjual buku cerita untuk anak. “Saya waktu itu berjalan kaki
keliling dari rumah ke rumah. Sampai akhirnya datang ke satu rumah,
dan seorang ibu menawarkan saya, daripada saya jalan-jalan siang
kepanasan dan keliling, mending mengajar anaknya bahasa Inggris”.
“Sejak itu saya menjadi guru”.
Awal perkenalan Ahira dengan dunia
Internet .
Jika melihat latar belakang
pendidikannya , maka Internet merupakan hal yang benar – benar asing
bagi dirinya.
Ketertarikannya pada Internet
bermula dari cerita saudara iparnya ketika itu , bermula dari
obrolan ringan di meja makan , desember 2001 , saudaranya itu
bercerita ada seorang anak muda berusia 17 tahun bisa berpenghasilan
ribuan dolar AS melalui Internet.
Mendengar cerita
tersebut, timbul keingintahuan
Ahira,
bagaimana bisa seorang anak berusia 17 tahun bisa mendapatkan ribuan
dollar AS dari internet? Sejak itu Ahira berkeinginan mencari tahu
mengenai dunia internet marketing. Padahal, saat itu, apa itu surat
elektronik (e-mail) pun Ahira sama sekali tidak tahu. Tapi setelah
mendengar cerita sepintas itu, dia seolah-olah bertekad dalam
hatinya, "Jika anak 17 tahun saja bisa, berarti saya juga bisa!"
Apa yang Ahira
alami kemudian ? Berhasilkah ia ?
Sudah dapat
dipastikan , akibat hanya bermodalkan rasa ingin tahu , nekat dan
sedikit tebal muka tanya kanan – kiri kepada sesama pengguna warnet
, maka Ahira tidak langsung berhasil seperti yang ia bayangkan.
Setahun pertamanya sempat membuat ia frustasi , karena ia belajar
internet marketing benar – benar sendiri alias tanpa guru. Belum
lagi godaan yang datang dari luar yang secara mental menggoda
dirinya untuk menyerah termasuk pernah tidak diajak bicara dengan
kedua orang tuanya karena dianggap melakukan sesuatu yang sia – sia
. Maklum saja karena Ahira menghabiskan semua uang yang ia punya
dari penghasilannya mengajar untuk sesuatu yang tidak dimengerti
keluarganya saat itu .
Tapi Ahira sudah
terlanjur bertekad dalam dirinya untuk bisa berhasil karena apa yang
telah ia investasikan selama ini , baik itu uang maupun waktunya
harus menghasilkan sesuatu tidak terbuang percuma . Akhirnya
kegigihan dan usahanya mulai membuahkan hasil (
cerita di balik penghasilan pertama
Ahira ) , perlahan namun pasti Ahira mulai menemukan jalurnya
di dunia Internet , ia bisa memposisikan dirinya sejajar dengan para
Internet Marketer di seluruh dunia.
Mengingat
banyaknya trial and errors yang dijalani selama belajar, Ahira pun
berniat mendirikan sebuah pusat internet marketing yang ia beri nama
Asian Brain. Tempat pembelajaran
informal mengenai strategi internet marketing berbasis website ini
telah diluncurkan mulai tahun 2005.
Dan karena yang
namanya internet bagi kalangan umum masyarakat Indonesia adalah
merupakan sesuatu yang masih mahal dan tidak semua orang bisa
menjangkaunya ataupun menggunakannya ( Ingat Ahira saja waktu
pertama kali mulai tidak tahu apa itu internet , padahal dia seorang
mahasiswa ) maka tidak mengherankan jika nama Anne Ahira lebih
terkenal di komunitas internet luar negeri dari pada di negerinya
sendiri , Indonesia .
Demikianlah semenjak tanggal 1 November 2005 , Anne Ahira mendirikan
PT. Asian Brain Internet Marketing Centre.
Sejak saat itu sampai sekarang, telah ribuan orang bergabung
bersama Anne Ahira untuk belajar on line marketing dan untuk bisa
menjadi individu – individu yang mandiri tidak hanya menggantungkan
diri mencari pekerjaan pada orang lain ataupun pemerintah .
|